GHrxexUTk8Cy9ibyQ09EFsI4Tl8sPmI2qnpAKStw
Bookmark

Mengenal Nginx: Pengertian, Kelebihan, serta Kekurangannya

Kemarin kita sudah membahas web server Apache, Sekarang saatnya kita membahas web server lain seperti Nginx, merupakan salah satu komponen penting dalam kinerja sebuah website sehingga seluruh fitur yang ada di dalam website tersebut bisa berjalan dengan baik. Jadi web server itu diperlukan saat membangun sebuah website.

Dikutip dari W3tech tertanggal 24 juni 2021, hingga saat ini Nginx memiliki pengguna sekitar 34.1% sedangkan pesaingnya yaitu Apache hanya di sekitar 33.0%.

Apa Itu Nginx?

Nginx merupakan web server yang diciptakan oleh Igor Sysoev ditahun 2002. Web server tersebut kemudian dikembangkan oleh Igor Sysoev dengan sebuah perusahaan Nginx Inc. Web server ini dikembangkn karena melihat adanya permasalahan pada kinerja server saat menangani puluhan ribu trafik atau request dari user sekaligus. Nginx adalah software web server yang open-source berfungsi sebagai sebuah reverse proxy, penyeimbang beban pada HTTP, dan proxy email untuk protokol IMAP, POP3, dan SMTP.

Pada awalnya, Nginx hanya digunakan untuk server berbasis HTTP. Tapi dengan Perkembangan zaman dan teknologi, Nginx ini juga dapat dimanfaatkan untuk load balancing juga (HTTP, TCP, dan UDP dengan struktur event-driven), dapat juga mengolah server proxy (IMAP, POP3, & SMTP), serta HTTP cache.

Bukan itu saja, Nginx ini juga membantu jalannya beberapa sistem operasi yang sering kita digunakan, mulai itu dari Mac OS, Linux, HP-UX, hingga os Solaris sekalipun. Selain itu, Nginx juga dipercaya  diberbagai perusahaan raksasa, seperti IBM, Google, Facebook, Twitter, Apple, Adobe, LinkedIn, sampai dengan Microsoft.

Salah satu daya tarik terbesar dari Nginx adalah sifatnya sebagai server HTTP serta Proxy freeware dan juga open source. Itulah yang menyebabkan banyak orang memanfaatkan Nginx sebgai server website mereka.

Terlebih lagi, Web server Nginx ini mudah digunakan, bisa digunakan di berbagai sistem operasi, serta dapat dikonfigurasi dengan sangat mudah. Selain itu, Nginx ini juga bisa dikombinasikan dengan HTTP yang kita digunakan, Ngiz ini juga didukung dengan keamanan baik, serta memiliki pengelolaan konsumsi sumber daya yang terbilang efektif dan efisien.

Mengenal Nginx: Pengertian, Kelebihan, serta Kekurangannya

Cara Kerja NGINX

Setelah kita tau apa itu Nginx, kita juga sebaiknya mengetahui cara kerja dari web server ini.

Ketika ada seseorang yang ‘mengirimkan’ permintaan untuk membuka sebuah halaman web kita, browsernya akan menghubungi server website kita. Lalu Server kita mencari file halaman yang diminta oleh user tersebut, kemudian mengirimkannya ke browser user. Proses ini merupakan cara kerja yang sederhana.

Contoh dari penjelasan diatas ini juga disebut sebagai single thread. Web server biasa membuat single thread disetiap permintaan, tapi tidak dengan web server Nginx.Nginx ini menjalankan arsitektur yang event-driven dan asinkron.

Dari penjelasan diatas menunjukkan kalau thread yang sama ataupun serupa itu dikelola dibawah satu worker process, Nah tiap worker process ini terdiri atas unit-unit yang lebih kecil, kita menyebutnya worker connection. Dari keseluruhan unit ini tugasnya untuk menangani request thread. Jadi Worker connection ini mengirimkan sebuah permintaan ke worker process, yang akan dikirimkannya ke master process. Kemudian master process ini menampilkan hasil dari permintaan atau request dari user tersebut.

Sudah Paham atau bingung ? :)

Memang kalau dilihat cara kerja dari Nginx ini terlihat mudah, tapi kita perlu mengetahui kalau satu worker connection saja dapat menangani sampai 1024 permintaan yang sama dan serupa. Oleh karena itulah, Nginx ini bisa memproses ribuan bahkan ratusan ribu permintaan tanpa mengalami kesulitan (down). Kemampuannya inilah yang bisa mengantarkannya Nginx menjadi server yang populer digunakan oleh website dengan trafik tergolong tinggi, seperti ecommerce, mesin pencari, serta cloud storage.

Dalam pekerjaannya, Nginx ini mempunyai banyak fitur yang bisa kita manfaatkan untuk mendukung kinerja dari web server, seperti:

  • Load Balancing
  • Terdapat dukungan IPv6
  • Dapat melakukan reverse proxy dengan dukungan cache
  • Bisa menangani file statis, file index, ataupun auto-indexing
  • Terdapat dukungan WebSockets
  • Adanya TSL/Sertifikat SSL dengan Server Name Indication atau singkatannya SNI
  • Mendapatkan dukungan dari FastCGI dengan proses cache

Kelebihan Nginx

Sebagai salah satu web server yang populer serta banyak digunakan, Nginx ini menjadi alternatif terbaik bagi pengiriman data pada website yang membutuhkan trafik yang tinggi. Hal ini membuat banyak sekali web developer yang merekomendasikan untuk menggunakan Nginx sebagai web server. Berikut beberapa kelebihan yang dimiliki oleh Nginx:

1. Menjadi Software dan Hardware Load Balancer

Untuk dapat mengelola banyaknya request yang masuk ke server, website pasti memerlukan software serta hardware load balancer. Tapi, load balancer dengan spesifikasi seperti itu pastinya memakan biaya yang tergolong besar.

Oleh karena itu, Web server Nginx ini hadir untuk menjalankan fungsinya sebagai sebuah software load balancer. Terlebih lagi, Nginx sifatnya open source dan gratis sehingga kita lebih mudah mengaksesnya. Selain itu, Nginx juga mempunyai desain cloud dan modern serta memiliki dukungan konfigurasi ulang on-the-fly dan terintegrasi juga dengan DevOps modern sehingga proses pemantauan server menjadi sangat mudah.

2. Mempunyai banyak Tools

Salah satu fitur utama yang dipunyai oleh Nginx yaitu sifatnya yang multifungsi.

Nginx mempunyai beragam fungsi, mulai dari load balancer, cache pada konten, sampai server proxy. Semua proses itu hanya terpusat di satu aplikasi saja. Jadi, Nginx ini sangat membantu kita dalam full stack web developer dikarenakan dapat meningkatkan kinerja dari website back-end sampai front-end.

3. Terdapat Berbagai Dokumentasi

Kelebihan lainnya yaitu banyaknya dokumentasi yang dipunyai Nginx terkait aplikasi tersebut. Kelebihan ini yang membuat Nginx dapat dipelajari oleh pemula dengan mudahnya.

Nginx ini menyediakan berbagai tutorial, dokumentasi, bahkan sampai webinar yang dapat dipelajari oleh user untuk mengetahui bagaimana cara pemanfaatan web server tersebut,

Nginx juga memberikan sebuah kemudahan dengan adanya fitur Nginx Plus yang dimana memberikan fasilitas customer support sehingga para pengguna tidak merasa kebingungan lagi serta pengguna dibantu melakukan diagnosis masalah yang ada di Nginx.

4. Nginx Akan terus Update

Salah satu kelebihan terpenting dari Nginx adalah pengembangannya. Perusahaan pengembang Nginx seperti Nginx, Inc. tetap berkomitmen untuk selalu mengembangkan web server ini secara serius.

Nginx vs Apache

Apache adalah salah satu webserver terbaik yang bisa dikatakan sebagai rival dari Nginx. Seperti  informasi diatas kalau Apache pertanggal 24 juni 2021 punya pengguna sebesar 33.0%. Berikut ini perbandingan antara Nginx vs Apache keduanya:

  • Support berbagai sistem operasi; Mau itu Nginx atau Apache, keduanya sama-sama bisa dioperasikan di berbagai sistem operasi, layaknya Windows dan Unix. Meskipun memang kalau yang namanya persamaan itu terbilang baik, tapi pada kenyataannya Nginx kurang optimal jika dijalankan di OS Windows. 
  • Support Komunitas; Nginx serta Apache memiliki sebuah base komunitas yang besar. Hal ini dapat kita temui di internet.
  • Performa dan Modul; Nah, Kalau bicara tentang Peforma, Nginx masih yang terbaik untuk menghandle ribuan permintaan koneksi dalam satu waktu berturut-turut, sedangkan Apache sendiri terbukti masih belum mampu melakukannya. Walaupun begitu, Modul yang ditawarkan oleh Nginx tidak sebanyak modul yang ditawarkan Apache.
Posting Komentar

Posting Komentar